
Film ini, menurut saya salah judul, karena berceritakan tentang kungfu bukan karate. Mustinya diberi judul aja The Kungfu Kid. Mungkin para penggemar film ini perlu tahu alasannya mengapat akhirnya dipilih judul The Karate Kid.
Melihat awal dari cerita, saya langsung bisa menebak dengan cukup mudah gambaran cerita dari film ini. Seperti film - film sebelumnya, film ini bercerita tentang seorang anak kecil yang berusaha keras untuk menjadi yang terbaik di bidang kungfu, sebagai bukti bahwa anak ini tidak boleh diremehkan oleh teman - temannya.
Lalu dimana kelebihan dari film ini? menurut saya kelebihan dari film ini terletak pada cara penyampaian cerita yang kreatif dan menarik. Hal ini bisa kita lihat ketika Jaden Smith (anak kecil) berlatih pertama kali, gurunya (Jackie Chan) hanya menyuruh Jaden untuk melempar jaket, mengambilnya, memakainya, melepasnya menaruh di gantungan, mengambil dari gantungan, melemparnya kembali, terus menerus. Pada awalnya saya berpikir bahwa ini hanya sekedar untuk menghukum Jaden yang sangat malas ketika menggantungkan jaketnya setelah dia pulang dari bepergian. Dalam cerita kita bisa melihat bagaimana Ibu Jaden sampai kesal dengan kebiasaan buruk Jaden ini. Namun, di pertengahan cerita, ketika Jaden merasa kesal dengan palajaran kungfunya, Jackie Chan menunjukkan maksud dari pelajaran kungfunya tersebut.
Bisa kita lihat bahwa setiap gerakan yang dilakukan terhadap jaket adalah gerakan untuk menyerang, bertahan, dan menghindar dari serangan. Itu sama saja gerakan yang Jaden lakukan adalah gerakan kungfu sederhana. Hal inilah yang menurut saya sangat menarik dan tidak biasa. Kita patut memberikan apresiasi tinggi terhadap kreatifitas ini.
Selain itu, film ini juga bisa mencampurkan unsur drama di dalamnya, yaitu keluarga, pertemanan, kesetiaan, kepedulian, dan lain sebagainya. Ini adalah salah satu film yang saya sukai.
Akhirnya, untuk skor 0-10, saya memberika skor 8,2 untuk film ini. Tetap menonton film dan analisa film tersebut. Viktor Mononimbar, Movie Analyzolic.