Selasa, 22 Juni 2010

The Book Of Eli (Denzel Washington 2010)



Film ini bercerita tentang dunia yang sudah kehilangan peradaban. Telah terjadi semacam kehancuran di bumi ini. Terjadi kekacauan, pembantaian, degradasi iman dan moral, dan semacamnya. Mungkin film ini secara tidak langsung ingin menyampaikan bahwa dunia ini sekarang mengarah ke keadaan tersebut.
Namun di satu sisi dalam film diceritakan bahwa ada satu pengharapan untuk keadaan yang lebih baik, Bible (Alkitab) lah jawabannya. Mungkin kita tidak boleh mengidentikkan Alkitab dengan Agama Kristen. Saya yakin maksud dari film ini adalah: "Tuhan" bukan "Agama". Ketika kita mendekatkan diri kita lagi kepada Tuhan, maka segala sesuatu akan berubah ke arah yang lebih baik.

Saya sangat suka film ini. Bagi saya, cukup sulit untuk menemukan kelemahan dalam hal cerita. Namun, untuk segi grafis, saya kurang suka karena sepanjang film hanya warna hitam dan putih saja yang dominan dalam penayangannya. Saya tidak tahu mengapa sang director memilih untuk menggunakan warna hitam dan putih sebagai warna yang dominan dalam film. Tapi saya yakin ada alasannya sendiri. Bagaimana dengan akting? Menurut saya sangat bagus. Denzel Washington tidak bisa diragukan lagi kemampuan aktingnya. Adegan action yang ditampilkan sangat bagus dan kreatif. Saya sangat suka ketika adegan Denzel Washington berkelahi dengan gelandangan di terowongan. Dalam film, adegan ini ditampilkan dalam bentuk bayangan sinar yang sedang berkelahi saja. Menurut saya, hal ini sangatlah kreatif dan keren.
Tetapi yang paling saya suka adalah bagian akhir dari cerita ini. Tidak terbayangkan sejak awal bahwa akhir cerita adalah ternyata Eli adalah seorang tuna netra. Mungkin kehebatan dari sang director yang mengakibatkan saya tidak bisa menebak akhir dari cerita. Wow, itu saja ketika saya melihat bagian akhir dari cerita.
Akhirnya, untuk skor 0 - 10, saya memberikan skor 8,7 untuk film ini. Tetap menonton film dan menganalisanya, Tuhan memberkati. Viktor Mononimbar.
Diadaptasi dari : analyzolic.co.cc

0 komentar:

Poskan Komentar