Kamis, 30 September 2010

The A - Team (2010)


Keren, agak susah ditebak, Agak konyol dan lucu, Bodoh , tapi sayangnya akhirnya kurang jelas. Mungkin nanti bakalan ada The A - Team 2.

Bagian ending yang menurut saya lumayan menarik, ada sesuatu yang unpredictable sebelumnya, seperti yang kita lihat ternyata sang teman dari Hannibal adalah pengkhianat dan berusaha untuk meraup keuntungan sendiri dengan mengorbankan temannya sendiri.

Mungkin kekurangannya adalah saya kurang suka bagaimana sutradara menggambarkan apa yang mereka lakukan pada saat beroperasi. Sebagaimana kita lihat waktu. Hampir pada saat A Team beraksi, disitu pasti ditampilkan rencana yang telah disusun. Jadi ketika Hannibal menyampaikan rencana, kondisi real pada saat rencana benar - benar dilaksanakan ditampilkan juga. Hal ini menurut saya membuat pertanyaan di pikiran penonton: ini adegan operasi sudah berjalan atau hanya bayangan aja?

Dibagian bagian akhir cerita adalah sesuatu yang menarik. Adegan action di pelabuhan yang memakai ratusan peti kemas keren banget. Kemudian trik pengalihan perhatian yang ditampilkan sangat kreatif. Buat kalian yang belum nonton, harus nonton film ini.

Satu hal lagi yang menurut saya patut diberika appresiasi. Sutradara masih memberikan ciri khas dari A-Team, seperti B.A. yang rambutnya ngepunk, takut naik pesawat, dll. Mungkin maksud saya adalah Film ini tidak seperti film James Bond yang baru (Daniel Craig), dimana pada film tersebut, ciri - ciri dari James Bond : Cewek Cantik, dan Alat - Alat Canggih mulai dihilangkan. Yang ada cuma action thok.

Nilai dari 0 - 10, 8 point buat film ini. Belum ada yang menandingi From Paris With Love.

Selasa, 28 September 2010

Bolehkah Berita Tentang Berpindah Keyakinan Ditampilkan dalam Televisi?



Sebenarnya saya tidak mau membicarakan tentang hal ini, tapi lama - lama gatal juga tangan saya. Menurut saya, agama adalah suatu hal yang sangat pribadi bagi semua orang, terutama kita sebagai masyarakat Indonesia. Hal ini bisa dibuktikan dengan sangat sensitifnya masyarakat kita jika terdapat suatu masalah yang berhubungan dengan agama. Contohnya : Teroris, Pembakaran Tempat Ibadah, dan hal - hal lain yang tentunya kita semua sudah mengetahuinya. Mengapa masalah ini bisa terjadi? Menurut pemikiran saya, setiap penganut agama di Indonesia berpendapat (mempunyai pendapat yang sangat kuat) bahwa agamanya adalah agama yang paling benar dan tidak dapat diganggu gugat. Mereka juga berpendapat bahwa agama yang di anut orang lain tidak sesuai dengan agama mereka. Dalam hal ini ada beberapa orang yang menanggapi dengan extreem (memusuhi agama orang lain) dan ada juga orang yang menanggapi dengan mementingkan kemajemukan (perbedaan yang digunakan untuk menyatukan), setiap bangsa pasti terdiri dari beberapa perbedaan yang tidak mungkin dipersatukan.

Ketika saya melihat siaran tentang beberapa artis yang berpindah agama, disitu saya bahwa sang artis mengatakan bahwa dia merasa sangat nyaman di agama barunya, dari sini saya menginterpretasikan bahwa agama barunya lebih baik dari agama yang lama, walaupun masih interpretasi mentah. Ada lagi berita tentang pasangan beda agama, dan digosipkan salah satu dari pasangan tersebut akan mengikuti agama pasangannya, walaupun akhirnya sampai sekarang tidak terbukti gosip tersebut, namun parahnya pada saat acara ini ditayangkan, sang presenter acara ini malah mengeluarkan statement : "Semoga artis X cepat berpindah ke agama Y". Kalau' saya berpikir secara mentah, berarti sang presenter juga berpikiran bahwa agama Y lebih baik dari agama lain, dan tentu saja ini bisa menimbulkan masalah lagi, jika hal ini sampai ke orang - orang yang sangat lugu dan selalu berpikir mentah.

Menurut saya, berita tentang perpindahan keyakinan lebih baik tidak ditayangkan di televisi. Selain bisa menimbulkan masalah baru berupa menanamkan kebencian antar umat beragama, hal semacam ini juga bisa menimbulkan masalah SARA yang sama sekali tidak kita pikirkan sebelumnya. Untuk itu, berhati - hatilah menayangkan berita, apalagi yang menyangkut keyakinan. Karena biasanya hal ini akan merugikan beberapa golongan, apalagi golongan minoritas. Kasian juga kan, lebih baik kita berkeyakinan satu : memajukan bangsa kita, sedangkan keyakinan kita terhadap Tuhan, kita gumuli baik - baik di dalam diri kita, jika suatu saat kita berpindah agama, sebaiknya kita berhati - hati juga dalam bertindak, agar kita tidak juga menyakiti perasaan orang - orang yang menganut agama kita yang lama. Segala sesuatu pasti ada resikonya, sebagaimana mungkin kita membuat resiko itu menjadi minimal. Viktor Mononimbar, Analyzolic.